Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2019

Subjek VS Objek Hukum

JENIS SUBJEK HUKUM Subjek hukum dibagi menjadi 2 jenis, yaitu: Subjek Hukum Manusia (orang) Adalah setiap orang yang mempunyai kedudukan yang sama selaku pendukung hak dan kewajiban. Pada prinsipnya orang sebagai subjek hukum dimulai sejak lahir hingga meninggal dunia. adapun manusia yang patut menjadi subjek hukum adalah orang yang cakap hukum. Orang yang tidak cakap hukum tidak merupakan subjek hukum. Orang yang cakap hukum adalah orang yang mampu mempertanggung-jawabkan perbuatannya dimuka hukum. Selain itu juga ada manusia yang tidak dapat dikatakan sebagai subjek hukum. Seperti : Anak yang masih dibawah umur, belum dewasa, dan belum menikah. Orang yang berada dalam pengampunan yaitu orang yang sakit ingatan, pemabuk, pemboros. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1330, mereka yang oleh hukum telah dinyatakan tidak cakap untuk melakukan sendiri perbuatan hukum ialah: Orang yang belum dewasa. Orang yang ditaruh di bawah pengampuan (curatele), seperti o

Bingung Pilih Nama Untuk Brand Anda? 9 Langkah Mudah Untuk Penamaan Merek

Semua orang mendengar kisah-kisah tentang nama-nama merek hebat yang dipilih secara acak dari saran karyawan, dari halaman kamus, atau dari brainstorming sepanjang malam. Sebagai contoh di USA, proses penamaan yang lebih ketat telah membantu World Wrestling Entertainment menghindari perselisihan 12 tahun dengan World Wildlife Fund selama inisial Dengan hampir 2,5 juta merek dagang aktif US “WWF.” - dan lebih ditambahkan setiap tahun - hanya menemukan sebuah nama merek yang   tersedia  membutuhkan pendekatan yang lebih digerakkan oleh proses. Itulah sebabnya, meskipun konsultan merek suka memperdebatkan cara yang "benar" untuk menciptakan merek yang kuat, proses penamaan tingkat tinggi umumnya telah disepakati: membuat brief, menghasilkan ide (seringkali ratusan), daftar pendek, layar awal, dan sekarang.  Jika perlu, ulangi. Namun, akses ke proses yang sama tidak menjamin hasil yang sama.  Dengan menggunakan proses dasar yang sama, bagaimana beberapa pakar dan age

Asumsi dan Kondisi Timbulnya Pengauditan

Asumsi Yang Mendasari Pengauditan Pengauditan didasarkan pada asumsi bahwa data laporan keuangan bisa diverifikasi. Data dikatakan bisa diverifikasi apabila dua orang atau lebih yang memiliki kualifikasi tertentu, masing – masing melakukan pemeriksaan secara independen atas data tertentu ,dan dari hasil pemeriksaan tersebut  diperoleh kesimpulan yang sama tentang data yang diperiksanya. Masalah bisa tidaknya data diverifikasi terutama berkaitan dengan ketersediaan bukti yang memiliki keabsahan sesuai dengan audit yang dilakukan. Auditor hanya membutuhkan dasar yang memadai untuk menyatakan suatu pendapat tentang kewajaran laporan keuangan. Dalam melakukan pemeriksaan, auditor mengumpulkan bukti untuk menentukan validitas dan ketepatan perlakuan akuntansi atas transaksi – transaksi dan saldo – saldo. Dalam konteks ini, validitas berarti otentik, benar, baik, atau berdasar, dan ketepatan berarti sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dan kebiasaan. Kondisi – Kon

Sifat dan Kegiatan KAP (Kantor Akuntan Publik)

Keberadaan akuntan publik saat ini semakin diperhitungkan. Hampir semua perusahaan membutuhkan akuntan publik. Untuk perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas yang bersifat terbuka, kebutuhan akan profesi akuntan makin meningkat. Hal ini dikarenakan pengelola perusahaan dengan pemilik sudah sangat mungkin terpisah. Pemilik perusahaan hanya sebagai penanam modal. Sebagai penanam modal mereka berhak untuk mendapatkan laporan-laporan yang akurat dan benar berdasarkan prinsip akuntansi.      Pihak-pihak luar seperti kreditur, pemerintah dan lain sebagainya juga memerlukan laporan-laporan yang akurat dalam rangka pengambilan keputusan ekonominya. Dengan demikian maka laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen memerlukan pihak yang independen untuk memeriksanya apakah sudah akurat dan benar. Oleh karena itu profesi akuntanlah yang sangat berperan. 1. Kantor Akuntan Publik (KAP)      Menurut SK. Menkeu No.43/KMK.017/1997 tertanggal 27 Januari 1997 sebagaimana diubah dengan SK. M

Kasus UPS (United Parcel Service) dan Teknologi Informasi

UPS BERSAING SECARA GLOBAL DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI Dok. Pribadi United Parcel Service (UPS) memulai bisnisnya pada 1907 di sebuah kantor ruang bawah tanah seukuran ruang toilet. Jim Cassey dan Claude Ryan-dua remaja asal Seattle berbekal dua sepeda dan satu telepon- menjanjikan pelayanan terbaik dengan harga termurah UPS telah menerapkan formula kesuksesan ini selama lebih dari 1 abad sebagai perusahaan pengiriman barang darat dan udara terbesar di dunia. UPS adalah sebuah perusahaan berskala global dengan lebih dari 400.000 karyawan dan 93.000 kendaraan, serta armada penerbangan terbesar kesembilan di dunia.   UPS mengirim 15.6 juta paket dan dokumen setiap harinya di seluruh Amerika Serikat dan 220 lebih negara lainnya. UPS terbukti mampu menjadi pemimpin di sektor layanan pengiriman barang-berukuran kecil meskipun berkompetisi secara ketat melawan FedEX dan Airbone Express dengan cara berinvestasi dalanm jumlah besar di bidang teknologi informasi terkini. UP

Hubungan Antara Akuntansi dengan Pengauditan

Banyak pemakai laporan keuangan dan masyarakat awam pada umumnya, rancu tentang hubungan antara auditing dengan akuntansi. Ada yang mengatakan bahwa auditing adalah cabang dari akuntansi, karena orang yang melakukan auditing pasti harus ahli di bidang akuntansi. Adapula yang mengatakan  bahwa pengauditan adalah pemeriksaan atas catatan akuntansi, sehingga pengauditan diartikan sebagai pemeriksaan akuntansi. Dalam berbagai macam audit yang biasa dilakukan para auditor, tidak selalu terdapat hubungan antara pengauditan dengan akuntansi. Sebenarnya segala macam informasi yang bisa dikuantifikasi dan bisa diverifikasi akan bisa diaudit, sepanjang terdapat kesepakatan digunakan sebagai dasar untuk menyatakan tingkat kepatuhan (kesesuaian). Sebagai contoh, auditor bisa diminta untuk mengaudit keefektifan sebuah perusahaan penerbangan. Kriteria yang biasanya disepakati untuk mengukur tingkat efektifitas perusahaan semacam itu bisa berupa kecepatan, akselerasi, kecepatan jelajah

Contact Form

Name

Email *

Message *